WhatsApp Image 2017-09-08 at 09.49.57

Bupati dan FKUB mengutuk kekerasan terhadap Etnis Rohingya

Bupati Demak H. Moh Natsir bersama tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang Kabupaten Demak diketuai K.H Drs. Abdullah Syifa’ mengutuk kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Turut hadir dan juga mengutuk keras pada kesempatan itu disampaikan oleh Kapolres Demak AKBP Sony Irawan, SIK, Komandan Kodim 0716 Demak Letkol Inf Agung Udayana, dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Demak yang intinya aksi kekerasan terhadap tenis Rohingya merupakan aksi yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Pada kesempatan itu dibaWhatsApp Image 2017-09-05 at 14.45.58cakan pernyataan sikap dari FKUB Kab Demak. Menurut Kapolres Demak pernyataan sikap para tokoh lintas agama tersebut dinilai penting disampaikan agar tegera tercipta kedamaian di Myanmar dan berharap tidak berimbas di Kabupaten Demak.

 

Bupati Demak Moh Natsir menyampaikan agar masyarakat bisa lebih bijak mensikapi keadaan dan berita yang tersebar dan berharap pemerintah pusat yang telah mengirimkan Menteri Luar Negeri bisa menghasilkan kesepakatan dengan Pemerintah Myanmar dan Organisasi Dunia guna menghentikan kekerasan dan dapat memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi akibat kekerasan yang terjadi.

Senada dengan Bupati Demak, Ketua FKUB berharap masyarakat khususnya umat muslim tidak terpancing dan terprovokasi oleh informasi dan isu-su yang berkembang di media sosial yang belum tentu kebenarannya, serta menghimbau umat islam untuk tidak ikut ajakan aksi bela muslim rohingya di Candi Borobudur.

Apalagi candi borobudur adalah obyek vital yang merupakan aset Nasional bahkan dunia. (Mus).

Posted in berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>