IMG_20170515_071219

SAFARI UPACARA DI SEKOLAH BULAN MEI

Guna mendukung program pemerintah untuk membangun generasi muda yang berkualitas, bermoral, dan bermartabat serta dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) beserta pejabat terkait di Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan safari ke lingkungan SMA sederajat menjadi Pembina Upacara. Tema yang disampaikan utamanya difokuskan pada pendidikan bela negara.
Tanggal 15 Mei 2017 sebanyak 4 (empat) SMA sederajat yang mendapatkan giliran pelaksanaan kegiatan Safari Upacara, yaitu SMA Islamic Centre Desa jogoloyo Kecamatan Wonosalam, SMK NU Raudlatul Mu’allimin di Desa Ngawen Kecamatan Wedung, SMK Pembangunan di Kecamatan Mranggen serta MA Mazda Wonorengo di Desa Cangkringrembang Kecamatan Karanganyar.

IMG_20170515_073148

Hadir selaku Pembina Upacara di SMA Islamic Centre adalah Bapak Drs. Joko Sutanto (Wakil Bupati). Dalam amanatnya beliau menyampaikan bahwa pelajar merupakan generasi muda yang dipersiapkan untuk membangun bangsa dan negara. Pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang wajib bagi seluruh kalangan termasuk bagi para pelajar / generasi muda. Oleh karenanya sebagai pelajar, sudah saatnya memahami pentingnya bela negara sesuai dengan peran dan keadaan saat ini. “Belajar dengan tekun, mengisi kemerdekaan dengan belajar dan bertindak yang positif serta menjadi generasi muda yang mempunyai cerdas secara intelektual maupun cerdas secara spiritual” demikian ditandaskan oleh Wakil Bupati.

agung-3

Kepala Kantor Kesbangpolinmas melalui Kasi Perlindungan Masyarakat Bapak Anwar Masdari, S.IP, MM selaku Pembina Upacara di SMK NU Raudlatul Mu’allimin membacakan Sambutan Bupati Demak menyampaikan bahwa bela negara, wawasan kebnagsaan dan rasa cinta tanah air harus terus ditumbuhkan dikalangan generasi muda, khususnya pelajar. Sementara itu saat ini kita banyak menemukan generasi muda yang tidak hafal butir-butir Pancasila, tidak lancar mengucapkan Pembukaan UUD 1945, bahkan tidak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Kondisi ini sungguh ironis, padahal generasi muda merupakan generasi harapan bangsa” demikian Sambutan Bupati yang dibacakan secara utuh oleh Kasi Perlindungan Masyarakat selaku Pembina Upacara.

Kapten Inf Pasaribu PaIMG_20170515_075233si Ops Kodim 0716 Demak selaku Pembina Upacara mewakili Dandim 0716 Demak di hadapan anak-anak MA Mazda Wonorenggo setelah selesai membacakan sambutan Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara menjadi salah satu wujud bela negara. Oleh karenanya sudah sepatutnya setiap kali penyelenggaraan upacara seluruh peserta harus bersikap sempurna, tidak boleh berbicara apalagi dibuat guyonan. “Kalau memang dirasa perlu, silahkan sekolah meminta bantuan kepada kami untuk mendampingi anak-anak upacara, sehingga upacara dapat berjalan tertib serta khidmad tanpa ada peserta yang bersenda gurau saat pelaksanaan” demikian dikatakan oleh Pasi Ops.

IMG_20170515_072706Kapolres Demak melalui Wakapolres Demak di hadapan anak-anak SMK Pembangunan setelah membacakan sambutan Bupati memberikan penilaian atau evaluasi terhadap jalannya upacara. Menurut Wakapolres petugas upacara yang hari ini bertugas terlihat kurang serius dalam menjalankan tugasnya, bahkan petugas pengibar bendera terlihat senyum-senyum seperti kurang serius. Selain itu, saat pengibaran bendera merah putih lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan terdengar tidak seperti biasanya atau terdengar tidak sesuai standar. Diakhir amanatnya, Wakapolres mengingatkan agar dalam pelaksanaan upacara dihari-hari mendatang dapat berjalan lebih serius lagi. (nph &af)

Posted in berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>