Pahlawan

OPINI REFLEKSI JELANG HARI PAHLAWAN : PERAN PEMUDA DALAM MENGENANG JASA PAHLAWAN

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”

(Pidato Bung Karno dalam Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 1961)

Tanggal 10 November kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Pahlawan biasanya di identikkan dengan para leluhur yang telah berjuang sehingga darahnya harus mengalir dari tubuhnya, jiwanya terpisah dari raganya demi memperebutkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika kita memandang lebih luas lagi makna pahlawan, sebenarnya kita dapat memaknainya dari berbagai sudut, tergantung ruang dan waktu.

Sayangnya, pemaknaan kepahlawanan masih sebatas ( kalau tidak mau dikatakan hanya sebatas ) simbol. Pengaruh globalisasi, modernisasi dan westernisasi sedikit banyak membawa pengaruh negatif bagi pembentukan karakter ( character building ) berbangsa Indonesia. Jiwa nasionalisme, rasa, paham, dan semangat kebangsaan yang belakangan ini luntur pada generasi penerus bangsa menjadi salah satu ekses dari globalisasi dan semacamnya.

        Menurut Ben Anderson ( sosiolog ), pahlawan dan kepahlawanan merupakan kebutuhan sosiologis masyarakat suatu negara. Fungsi kehadiran sosok pahlawan dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai simbolisasi sosok ideal yang bisa dijadikan panutan. Hal inilah yang menyebabkan setiap bangsa berusaha untuk melahirkan figure pahlawan dalam kurun waktu tertentu, yang nantinya diharapkan sosok tersebut mampu menjadi penopang  pembentukan karakter bangsa.

Terlepas dari sosok pahlawan, bila kita berbicara tentang sosokpanutan, bisa siapa saja. Banyak tokoh-tokoh yang dapatdijadikan panutan, mereka yang pemikiran serta karya-karyanya diakui olehmasyarakat luas, meskipun tidak ada suatu penghargaaan khusus daripemerintah. Banyak dari sikap serta pemikiran dari mereka yang bisa kitateladani.

Setiap jaman akan melahirkan anak jamannya masing-masing. Semua ada eranya dan setiap era ada masanya. Disinilah peran generasi muda tak pernah putus dari sejarah bangsa ini. Tugas generasi muda saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah hari Pahlawan harus kita peringati dan refleksikan.

Namun, kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, dan kerelaan berkorban?.

Kini kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan berkarya membangun bangsa Indonesia ini. Kita harus bersama-sama seluruh bangsa Indonesia untuk membangun dan mengembalikan jati diri bangsa. Karena tantangan untuk melakukan hal tersebut semakin besar. membangun jati diri bangsa itu sulit.

Momentum peringatan hari – hari bersejarah yang diperingati setiap tahun bisa menjadi pemicu semangat untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda.

Sebagai generasi penerus perlu bagi generasi muda untuk mengenang jasa pahlawan dengan cara melakukan suatu hal yang berguna, yang dapat membuat parapahlawanbanggaterhadapkita.Diantara beberapa cara untuk mengisi kemerdekaan yang baik yaitu :

  1. Berperan dan berkiprah sesuai bidang tugas masing-masing;
  2. Tidak mudah terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang berpotensi memecah belah kesatuan NKRI;
  3. Mengamalkan dan menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI;
  4. Saling menghormati dan menghargai sesama anggota masyarakat;
  5. Mencintai produk dalam negeri dengan menggunakan dan mengembangkan hasil produksi dalam negeri dari pada produk luar negeri;
  6. Tidak melakukan perbuatan sia-sia yang tidak memberi manfaat seperti begadang, hura-hura, madat, tawuran, dugem, clubbing, nongkrong di mall, melakukan tindak kenakalan, dan lain sebagainya;
  7. Rela berkorban dalam membela negara ketika kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapat ancaman dari dalam maupun dari luar;
  8. Memupuk semangat untuk maju dan menyetarakan diri dari bangsa-bangsa yang telah maju dengan cara-cara yang baik, demi terciptanya tujuan nasional;
  9. Berperan aktif dalam pembangunan negara dan daerah lingkungan sekitar serta menjaga kondisi tersebut tetap dalam kondisi yang baik.

Mengenang jasa  pahlawan dan mengisi kemerdekaan adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, kita sebagai para pemuda dan bangsa Indonesia harus memperingati hari pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Jika kita mau membuka mata kita dan memandang kearah yang lebih luas untuk memaknai pahlawan, sebenarnya setap individu adalah pahlawan. Seorang guru, karena jasanya memberikan pendidikan kepada murid muridnya disebut sebagai pahlawan. Seorang ayah berusaha menghidupi istri dan anaknya juga adalah pahlawan bagi keluarganya. Lebih dari itu, semua dari kita adalah pahlawan.

Tanggung jawab besar ada di tangan kita, generasi muda. Kita tidak perlu menjadi orang lain, tetaplah menjadi diri sendiri. Ingat bangsa kita tidak pernah kekurangan public figure sebagai symbol, ada Chris John, Bambang Pamungkas, Rio Haryanto, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir dan pemuda pemudi yang akan terus bermunculan menggelorakan semangat nasionalisme kita. Sebagaimana kalimat yang selalu kita dengar akhir-akhir ini. Bahwa pahlawan itu adalah SAYA dan ANDA. Ya, kita semua adalah pahlawan. Dan negara senantiasa menunggu kedatangan kita sebagai seorang pahlawan. Berbuatlah, meski sekecil apapun. Karena dari hal kecil, sesuatu yang besar akan muncul. Keep fight only for INDONESIA!.(nph)

Posted in berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>