July 11, 2020

Kantor Kesbangpolinmas KABUPATEN Demak

Kondusif idaman setiap warga

Audiensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan Pemkab Demak

Pada tanggal, 04 September 2019 pukul 10.30 s.d 10.55 wib, di ruang rapat staf ahli Kabupaten Demak, telah dilaksanakan audiensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan Pemkab Demak terkait statmen sejarah oleh Ridwan Saidi (Budayawan Betawi) yang menyatakan bahwa Raden Fattah dan sultan trenggono adalah kaum yahudi yang diikuti lk.20 orang.

Habib Afifudin (ketua  PC.PMII Kab.Demak) mengungkapkan Kronilogis yang diunggah oleh akun YouTube Macan Idealis pada tanggal 23 Agustus 2019 dan 25 Agustus 2019 ada wawancara dengan Ridwan Saidi kita menemui menyebut raden fattah dan sultan trenggono itu tidak berhak disebut raden kita masyarakat demak tersinggung bawhwa tokoh yg mendirikan demak bukan islam tapi yahudi hasil tersebut merusak tatanan sejarah indonesia di nusantara.

“Kami dari PMII ingin mendesak untuk melalukan klarifikasi  meminta Ridwan Saidi meminta maaf baik dari medsos maupun media TV” Imbuhnya.

Agus Herawan.S.Ip.MM Ka.Kesbangpol Kab.Demak mewakili Bupati menyampaikan permintaan maaf bapak bupati tidak bisa menemui secara pribadi di karenakan ada acara ke Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan dan mewakilkan kepada saya untuk menemui adik2 PMII demak.

“Mensikapi pernyataan salah satu tokoh di jakarta saya menghargai langkah yg ditempuh adik2 PMII namun demikian sikap pemkab tidak bisa langsung gegabah  mungkin bapak bupati butuh waktu untuk mengkaji atau bila diperlukan mengundang tokoh2 ulama / agama /sejarawan untuk diajak diskusi dan  mengumpulkan bukti2  yang kuat” Imbuhnya.

AKP.Yusuf.SH (Kasat intelkam Polres Demak) juga ikut menanggapi “Kami dari keamanan tugas kami adalah mengamankan kondusifitas dimana pada saat ini jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan, Kami akan sama-sama menjaga kondusifitas. maka kami inginkan Bapak bupati ikut mencari fakta terkait sejarah Demak sebagai antisipasi hal ini tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga sehingga membuat suasana yang tidak kondusif”.

Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman.